Biaya Transfer Bank Lewat BI Fast Bakal Turun? Ini Kata BI

Infografis: Biaya Transfer Antarbank Turun! Simak Daftar Lengkapnya

– Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan tarif BI Fast ke depan tetap sebesar Rp 2.500/transaksi. Ia menilai, tarif tersebut tergolong murah dan optimal sehingga belum ada keperluan untuk mengkaji harga tersebut.

BI Fast untuk sementara ini harganya sudah optimal, belum ada keperluan untuk mereview. Rp 2.500 udah murah lah ya,” ungkap Perry dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (16/3/2023).

Lebih lanjut Perry mengatakan, pihaknya saat ini tengah berfokus untuk memperluas kepesertaan dan memperluas jenis layanan di BI Fast. Saat ini, ungkap Perry kepesertaan BI Fast sudah mencapai 94%, dimana tidak hanya diikuti perbankan namun juga oleh non perbankan di Indonesia.

“Justru kita memperluasnya adalah pesertanya kita tambah 16, sekarang sudah 94%. Kita sudah tidak hanya bank tapi non bank juga ikut BI Fast, kepesertaannya hampir seluruhnya ikut BI Fast. Kemudian layanan diperluas, selama ini kredit transfer menjadi juga bisa untuk debit transfer,” jelasnya.

Untuk saat ini, Perry mengatakan pihaknya tengah menyasar kerja sama dengan para perusahaan. Pasalnya, Perry membaca peluang transaksi di sana berupa pembayaran gaji dan kebutuhan kantor lainnya, dimana hal tersebut dapat difasilitasi oleh BI Fast.

“Juga yang mau kita sasar adalah para perusahaan, kalau bayar gaji itukan biasanya bon nya banyak kemudian dibuat rekap jadi bisa langsung banyak, ini akan besar sekali untuk layanan perusahaan-perusahaan akan mudah untuk bayar gaji, alat-alat tulis bisa langsung sekali transfer dengan BI Fast begitu banyak transaksi, itu bal kredit ini meningkatkan transaksi BI fast, dan tadi juga ada request for payment,” jelasnya.

Ke depan, ia mengatakan pihaknya kemungkinan akan mengkaji kembali SKNBI jika ada potensi untuk pemindahan layanan ke BI Fast. Melansir dari megasyariah.co.id, Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) adalah infrastruktur yang digunakan oleh Bank Indonesia dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses data keuangan elektronik. Sistem ini mendukung layanan transfer dana, kliring warkat debet, pembayaran reguler, dan penagihan reguler.

Lebih lanjut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono menjelaskan tarif BI Fast yang sebesar Rp 2.500/transaksi ini ditentukan dengan mempertimbangkan keseimbangan industri dan masyarakat. Menurut pihaknya, nominal tersebut masih dipertahankan karena dinilai cukup baik dalam menjaga keseimbangan tersebut.

“Mengenai BI Fast biayanya selalu memperhatikan interkoneksinya, ada investasi operasional dan pengembangan, ada banyak komponennya. Intinya assessment keseimbangan industri dan masyarakat. Jadi ini makanya biaya Rp 2.500 merupakan assessment keseimbangan. Sementara ini 2.500 menurut pertimbangkan kami keseimbangannya masih baik antara industri dan masyarakat,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*