Soal Pembangunan Manusia, RI Kudu Belajar Dari Negara Ini

Suasana belajar mengajar pembelajaran tatap muka di sekolah SDN 14 Pagi Pondok labu, Jakarta, Senin (30/8). Sekolah tatap muka resmi dilaksanakan kembali untuk 610 sekolah di DKI Jakarta. Daftar sekolah mencakup jenjang TK/PAUD-SMA dan lembaga pendidikan setingkat lain, termasuk informal. Tentunya PTM terbatas tahap I dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Staff guru pengajar Sekolah SDN 14 pagi pondok labu mengatakan,

Badan PBB untuk pembangunan (UNDP) telah merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) negara-negara di dunia. Sayangnya, Indonesia belum masuk dalam daftar 10 terbaiknya. Namun Tim Riset mencoba merangkum 10 negara dengan IPM tertinggi untuk menjadi acuan agar negara kita bisa menggapai angka tersebut.

Sebagai informasi, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM juga bisa menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah atau suatu negara.

Berdasarkan data United Nations Development Programme (UNDP) skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi sepanjang 2022, menempatkan Swiss di posisi pertama, sementara di urutan 191 atau juru kunci ditempati Sudan Selatan.

Sebagai negara yang terbilang kecil, nyatanya Swiss memiliki daya saing yang ynggul dibandingkan dengan negara lain. Melansir dari laporan Global Competitive Index Swiss memiliki kinerja terbaik dalam hal pelatihan vokasi, on the job training dan juga penyerapan tenaga kerja lulusannya.

Bagaimana dengan Indonesia?

Berdasarkan data UNDP negara kita masih berada di peringkat 114 dengan skor 0,750, posisi Indonesia berhasil naik 3 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kalau kita bicara faktualnya, menilik dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Pembangunan manusia di Indonesia terus mengalami kemajuan. Sejak tahun 2016, status pembangunan manusia Indonesia meningkat dari level “sedang” menjadi “tinggi”. Selama 2010-2022, IPM Indonesia rata-rata meningkat sebesar 0,77 persen per tahun, dari 66,53 pada tahun 2010 menjadi 72,91 pada tahun 2022.

Setelah mengalami perlambatan pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, pada 2021 dan 2022 peningkatan IPM Indonesia terus mambaik seiring dengan penanganan pandemi Covid-19 yang berjalan baik dan pemulihan kinerja ekonomi Indonesia. Berikut IPM berdasarkan provinsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*